Postingan

#tantanganmenulis day 2

Cepat sekali sudah hari kedua baru sadar kalo punya kewajiban menulis saat lihat postingan teman di instagram aku punya banyak 'to do list' tapi entah mengapa motivasi untuk mengerjakannya berbanding terbalik dengannya -revisi tesis belum -revisi jurnal internasional belum -revisi abstrak untuk seminar internasional belum Wow! banyak juga ya. hmm. tapi kenapa ya aku selalu bersemangat pada jam-jam segini? aku ingin mengatur jadwal tidurku yang berantakan tapi kenapa susah sekali. sungguh resolusi 2019 yang gagal di awal tahun haha semoga ke depannya makin membaik ohiya, hari ini aku masak lagi. proud myself. setelah absen sekitar satu setengah tahun tidak memasak (mie & telor tidak termasuk ya) masak simple sih, hanya sarden kalengan tapi aku tambah-tambahin bumbu aja gitu trus aku ke swalayan terdekat, beli kankung dan saori. Yeay! besok makan sayur. penyuka sayur dan buah. Can't live without it. tapi kokya kenapa sih sayur dan buah it...

Tantangan

Karena hidup ini sejatinya adalah tantangan-tantangan yang harus ditaklukkan Beberapa hari terakhir, tepatnya setelah sidang tesis. aku merasa ada yang hampa dalam hidupku lalu hari ini aku menyadari, yang hilang dariku adalah motivasi motivasi yang kudapatkan dari tantangan kehidupan mulai sekarang, detik ini. aku tak mau dikendalikan oleh kehidupan kalau tak ada tantangan yang berarti, ya mari kita buat oke, mulai hari ini. aku memulai #tantanganmenulis ku, 7 hari berturut-turut saja. rasanya tidak begitu sulit, well let's see #tantanganmenulis hari pertama 07 Januari 2018 2019 (iya, masih belum sepenuhnya menerima bahwa sudah berganti tahun) aku bangun dengan banyak panggilan telepon yang mengharuskanku ke kampus, aku bangun tergopoh dan berdandan seadanya oke, hari ini salah satu temanku menyandang gelar M.Si. mbak Teti. kemudian dilanjutkan dengan seminar hasil mbak Widya, kami ditraktir Chick n Tea. Bercanda dengan teman-teman IPN. Sungguh m...

'terima kasih'

Untuk seseorang yang belum sempat aku ucapkan 'terima kasih', Terima kasih untuk segala kebaikan yang belum sempat aku apresiasi Terima kasih untuk senyum yang selalu menyemangati, senyum menguatkan, senyum mendamaikan Terima kasih telah berlelah-lelah dan selalu sabar menghadapi rintangan Terima kasih atas kerja keras berpeluh yang tak tampak mata Terima kasih atas doa-doa munajat tanpa kenal waktu Terima kasih sudah menjadi dirimu Tanpamu, aku tak bisa menjadi diriku saat ini. Sungguh. Terima kasih :)

Se-ma-ngat

苦 あれば 楽 あり (ku areba raku ari) ان مع العسر يسرا (inna ma'al 'usri yusro) After rain comes fair weather inti dari ketiga kalimat tersebut adalah sama. Wes to gausah sambat-sambat terus, saiki susah sesuk lakyo maren. kabeh iku onok wayahe. lek saiki nang ndisor ngko pasti onok wayahe munggah tergantung sepiro gede usahamu. Lek saiki susah yo diterimo, fokus piye solusine. guduk sambat tok isine. Oke, Suemangat ya teteh akang! :)

Tanpa Ekspektasi

"Lanang wani milih, wedok menang nolak" Apakah quotation ini masih berlaku ataukah hanya peribahasa semu di tengah hingar bingar digital? Temanku, sebut saja namanya Rani. Rani baru saja bercerita bahwa ia sedang 'jalan' dengan teman masa putih abu-abunya yang dulu sempat disukai. Edo. Ya, jaman itu memang Rani suka dan sering diam-diam memandanginya saat jam istirahat ataupun saat tak sengaja bertemu di perpustakaan sekolah. Setelah lulus, mereka menjalani kehidupannya masing-masing. Edo dengan segala bakat dan drama percintaannya. Pun Rani dengan kreativitas dan jatuh bangun kisah cintanya. Tahun demi tahun, tak sengaja Edo dan Rani bertemu di sebuah pameran seni di pusat kota Surabaya. Mereka bercerita, tertawa dan berbagi rahasia. Lalu "Dulu, dulu sekali. Saat SMA, aku pernah suka padamu lho. . ." kata Rani "Trus, trus dia jawab apa? gimana?" Selaku dengan mata berbinar antusias dan penasaran "Bentar dong ah, kan belum sele...

Bunga yang tak tampak

Malam kemarin aku memimpikanmu, bukan untuk pertama kali mungkin ini sudah yang ke-empat setelah perjumpaan kita sekitar 6 tahun lalu mimpi yang sangat nyata mimpi yang aneh aku tak sedang ingin kau temui, pun dalam mimpi biarkan aku memikirkan mimpiku yang lain dulu, lulus. kuharap kau mengerti :) bukan, bukan aku tak suka dengan mimpi ini mohon mengertilah mimpi semacam ini selalu bisa membuatku tak henti memikirkanmu lalu waktu seolah berjalan sekejap tak terasa aku melaluinya tanpa mengerjakan apa-apa selain itu, hei! ini hanya mimpi setelah kupikir lagi, kau curang seenaknya saja masuk mimpiku tanpa membiarkanku masuk hatimu -malam gelap bogor, 18 september 2018

Kerupuk!

Ya, itulah aku. Renyah, gurih, rame. Bagi sebagian kecil orang, makan tanpa kerupuk serasa ada yang kurang. Itu adalah golongan orang yang sudah cinta dan terbiasa dengan adanya kerupuk. Sebagian yang lain, merasa, makan akan lebih lahap kalau ada kerupuk. Kalau tidak ada? Ya tidak apa-apa juga. Tak akan dicari, hanya ditanyakan sesekali. Lama-kelamaan saat sudah terbiasa, juga lupa rasanya. Ya begitulah kerupuk. Begitulah aku :')